Novita's blog

medical student blog

si pemilik

yang membagikan ringkasan logbook nya

Connect With Me

dikarenakan ringkasan di blog hanya sekilas saya bersedia mengirim keseluruhan ringkasan nya via:

bedah logbook

  • Skenario:
    seorang perempuan berusia 30 thn datang dengan keluhan timbul jaringan parut bekas luka setelah operasi tumor jinak di lengan kirinya. kemudian dia membandingkan kulitnya yang normal dengan jaringan parut tsb dan tampak gambaran yang berbeda. apa yang dapat dipelajari pada skenario diatas?

    Hipotesa:
    Proses penyembuhan luka


    Analisis Masalah:
    1. Regenerasi sel : pertumbuhan sel untuk menggantikan sel yang hilang biasanya yang diganti identik dengan sel lainnya.


    2. mekanisme regenerasi sel
    - proliferasi : penggantian jumlah sel yang identik, dengan cara siklus sel, yaitu:  fase prasintesis (G1), fase sintesis (S), fase pramitosis (G2), fase mitosis (M), fase istirahat (G0).
    -diferensiasi : perubahan bentuk, yaitu: sel labil, sel stabil, sel permanen
    -fase sintesis matriksz; sbh pertumbuhan sel, degenerasi sel dan menentukan sifat.

    3. Jenis jaringan parut
    • keloid
    • streched
    • atrofi
    • hipertrofi
    • kontraktur
    Learning Issue
    1. mekanisme regenerasi sel
    2. proses penyembuhan luka dan pembentukan jaringan parut
    3. jenis jaringan parut dan cirinya
    4. faktor penyembuhan luka
    5. lapisan kulit yang terlibat sesuai skenario
    6. apakah setiap luka operasi menimbulkan keloid?
    pembahasan LI di postingan selanjutnya ya..
  • Hanya beberapa pembahasan Learning Issue:
    1.  Fisiologi pembentukan trombosit
    2.  Mekanisme Pembekuan Darah

     Jadi Saat sel endotel rusak, ada respon platelet yang terdiri dari 1) aktivasi trombosit, 2) Pelepasan granula berupa ADP, 3) Aggregasi platelet(trombosit).
    1) aktivasi platelet (trombosit)
     dikarenakan ada muatan (-) pada kolagen, yang terdapat dibawah lapisan sel endotel shg              menyebabkan aktif nya platelet.

    2) Pelepasan granula
    trombosit yang sudah aktif akan melepaskan granula-granula yang berupa ADP 

    3) Aggregasi platelet
    ADP yang tersekresi tadi akan menyebabkan aggregasi platelet, nantinya akan merangsang trombosit lain untuk membentuk sumbatan(aggregasi)  pada sel endotel yang rusak.

    Selanjutnya adalah mekanisme pengaktifan fibrinogen -> fibrin. melalui cascade pembekuan berikut: 



    3.  Definisi Hemofilia
              Hemofilia adalah kelainan oembekuan darah dengan karakteristik sex-linked resesif dan autosomal resesif. beberapa tambahan tentang klasifikasi hemofilia:
    a. Hemofilia A (defisiensi faktor VIII)
    b. Hemofilia B (defisiensi faktor XI)
    c. Hemofilia C (defisiensi faktor XI)
  • Skenario:
    Seorang anak laki-laki 7 tahun tidak jadi dikhitan karena memiliki riwayat luka berdarah yang lama berhenti. dari anamnesis didapatkan ada riwayat lebam-labam di lutut pada usia 1 tahun. ibu pasien mengaku memiliki saudara laki-laki yang mengalami riwayat luka berdarah yang lama berhenti. Hasil laboratorium: Hb: 11 g/dl, Leukosit: 8000/mm3, trombosit: 280.000/mm3. masa perdarahan(bleeding time): >10 menit.

    Hipotesa:
    Hemofilia


    Analisi Masalah:


    • Nenek anak laki-laki 7 tahun ini, tepatnya nenek dari ibu adalah carrier hemofilia, jadi sang nenek menghasilkan anak yang laki-laki penderita hemofilia dan anak perempuan adalah carrier.
    • Hemofilia = Penyakit pendarahan akibat kekurangan faktor pembekuan darah yang diturunkan.
    • Hemofilia terbagi 3 berdasarkan defisiensi faktor2 pembekuan darah:
    1. Hemofilia A ; Akibat defisiensi faktor VIII
    2. Hemofilia B : Akibat defisiensi faktor IX
    3. Hemofilia C : Akibat defisiensi faktor XI
    Learning Issue:
    1. Fisiologi pembentukan trombosit
    2. Mekanisme pembentukan trombosit
    3. Definisi hemofilia
    4. Manifestasi klinis
    5. Pemeriksaan penunjang
    6. Penatalaksanaan awal
    Seperti biasa, untuk pembahasan learning issue, Next post yaa..
  • Langsung saja kita ke pembahasan LI kemarin ya
    1.    Pengertian respon imun
    Yaitu kemampuan tubuh untuk melindungi dirinya sendiri dengan menahan/ mengilangkan benda asing (bakteri/virus) atau sel abnormal (sel kanker).
    (Book: Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia. Ed 8, 2014, Jakarta:EGC)

    2.    Fungsi respon imun
    a.    Fungsi yang sangat spesifik
    Kesanggupan untuk mengenal dan membedakan berbagai molekul target sasaran
    b.    Kesanggupan membedakan antara antigen dan antigen asing.
    c.     Fungsi memory
    Kesanggupan yang dapat melalui pengalaman kontak sebelumnya dengan zat asing patogen untuk bereaksi lebih cepat dan lebih kuat dari pada kontak pertama (imunisasi).
    (Journal: Munasir, Zakiudin. Respons Imun Terhadap Infeksi Bakteri. Vol. 2. No. 4. Maret. 2001:193-197)

    3.    Klasifikasi respon imun

    a.    Innate Immunity (Nonspesifik)
    Nonspesifik terhadap patogen, jadi jika patogen menyerang tubuh kita dalam jumlah banyak dan
    berbagai macam patogen yang menginfeksi maka sistem imun nonspesifik ini akan langsung
    menyerang patogen tersbut tanpa memilih-milih.
    -          Beberapa komponen sel Innate Immunity yang menyerang patogen nya:
    1.       PMN : neutrofil         = Bersifat fagosit (mengolah nya dengan memakan nya)
    2.       Makrofag                    = Bersifat fagosit (mengolah nya dengan memakan nya)
    3.       Sel dendritik               = sel yang berfungsi mengolah antigen
    4.       Sistem komplemen = suatu protein yang bekerja dengan melubangi membran bakteri
    5.       NK cells                        = Sel yang membunuh sel-sel yang terinfeksi patogen

    KELIMA SEL TERSEBUT BERSIFAT AKUT

    b.    Adaptive Immunity (Spesifik)
    Artinya spesifik terhadap patogen, jika suatu patogen menyerang tubuh kita, maka sistem ini akan spesifik dalam menyerang patogen tsb, maksudnya itu sel-sel imun ini hanya punya antibodi tertentu untuk antigen tertentu pula. Contohnya jika tubuh kita terserang beberapa patogen, yaitu Neisseria dan Streptococcus seperti pada  skenario, dan pada sistem ini secara random tubuh kita hanya mempunyai antibodi untuk antigen Streptococcus saja maka sistem ini hanya spesifik menyerang bakteri Streptococcus terlebih dahulu.
    Pada Adaptive Immunity ( Spesifik) ini sel yang berperan adalah sel Limfosit, sel limfosit terbentuk di sumsum tulang (bone marrow) dan terbagi 2 klasifikasi:

    1.       Limfosit B (Humoral)
    Artinya diperantarai oleh sel antibodi, pembentukan limfosit sendiri terjadi di bone marrow (sumsum tulang), dan pematangan nya pun juga di sumsum tulang sesampai dia di sirkulasi.

    2.       Limfosit T (Cellular)

    Artinya diperantarai oleh sel, Pembentukan limfosit T terjadi di bone marrow dan pematangan nya di organ thimus.

  • Skenario:
    Seorang pria berusia 18 tahun datang dengan keluhan nyeri tenggorokan, sakit kepala dan demam. Pasien juga mengeluhkan sulit menelan. Pada pemeriksaan rongga mulutterlihat orofaring eritematous, disertai tonsil membesar dan diselubungi eksudat putih keabuan. Pemeriksaan KGB servikal teraba membesar dan lunak. Kultur swab tenggorokan didapatkan hasil bakteri positif bakteri Streptococcus Beta Hemolyticus group A. Bagaimana respon tubuh terhadap infeksi baktekri tersebut?

    Fokus ke pertanyaan nya ya, itu skenario hanya pemicu sahaja huehue..

    Langsung aja ke Hipotesa yaa, lumayan banyak

    Hipotesa: 


    1.       Respon imun
    2.       Tonsilis akut
    3.       Limfodenitis















    Beberapa Learning Issue hasil pembahasan, hanya beberapa ya.. kalo mau semua bisa email aja yaa:
    1.       Pengertian respon imun
    2.       Fungsi respon imun
    3.       Klasifikasi respon imun
    Ini nih selebihnya LI yang panjaaaang sekali yang tak mampu terbahas disini,
    4.       Pembagian Imunoglobulin
    5.       Pembentukan dan aktivasi limfosit
    6.       Cara kerja respon imun
    7.       Peran sistem limfatik terhadap sistem imun

    Pembahasan  learning issue, Next post yaa..
  • Pertemuan kedua hasil belajar mandiri, Pembahasan Learning Issue:
    Hanya beberapa aja ya, mau semua comment aja alamat email kalian 

    1.       Pengertian Respon Imun
    Respon imun adalah suatu respon di dalam tubuh, dimana respon yang berupa memoertahankan tubuh dari serangan m.o
    (book: Morton, Patricia Gonce, Panduan pemeriksaan kesehatan. 2003.Jakarta:EGC)

    2.       Fungsi respon imun
          A.  Fungsi yang sangat spesifik
                 Kesanggupan untuk mengenal dan membedakan berbagai target sasaran
          B.   Kesanggupan membedakan antara antigen diri dan antigen asing.
          C.   Fungsi memori
                 Kesanggupan yang didapat melalui pengalaman kontak sebelumnya dengan zat asing patogen
          D.   Melindungi tubuh dari berbagai macam patogen

    3.       5 Subkelas Antibodi

           a.       Imunoglobulin D
           b.       Imunoglobulin A
           c.       Imunoglobulin M
           d.       Imunoglobulin G
           e.       Imunoglobulin E

    (Jurnal: Munasir, Zakiudin. Respon imun terhadap infeksi bakteri.vol 2. No. 4. Maret 2001: 195-297)


  • SGD kali ini di bulan ramadan, karena puasa jadi lumayan lemesh

    Oke ini skenario nya
    Skenario:
    Seorang pria usia 18 tahun datang berobat ke praktek dokter dengan keluhan nyeri tenggorokan, sakit kepala dan demam. Pasien juga mengeluhkan sulit menelan. Pada pemeriksaan rongga mulut terlihat orofaring eritematous, disertai tonsil membesar diselubungi eksudat putih keabuan. Peemriksaan KGB servikal teraba membesar dan lunak. Kultur swab tenggorokan didapatkan hasil positif bakteri streptococcus beta hemolyticus group A. Bagaimana respon tubuh terhadap infeksi bakteri tsb?
    -          
          Terminologi
    Eritematous
    -          Identifikasi Masalah
    Terdapat di skenario

    -          Hipotesa
    Respon Imun


    -          Analisis Masalah
    Respon imun di dalam tubuh manusia ada 2:
    1)      Nonspesifik
    Akut, selnya: neutrofil dan makrofag

    2)      Spesifik
    Kronis, melibatkan sel limfosit T & B

    -          Learning Issue
    1.       Pengertian respon imun
    2.       Fungsi respon imun
    3.       5 subkelas antibodi
    4.       Klasifikasi respon imun
    5.       Cara kerja respon imun
    6.       Pembentukan dan Aktivasi limfosit
    7.       Peran sistem imun limfatik thd sistem imun


    Itu tu hasil diskusi pertemuan pertama, Pembahasan learning issue nya di postingan selanjutnya ya
  • Pada pertemuan kedua adalah Pembahasan Learning Issue hasil belajar mandiri.

    Oke langsung aja nih di bagikan, beberapa learning issue hasil dari SGD 3, hanya beberapa aja ya, mau semua, comment aja alamat email nya.

      1.    Definisi dan Etiologi ADB
     Yaitu, anemia mikrositik-hipokromik jika dilihat dari apusan darah. Mikrositik artinya selnya kecil,  lebih kecil dari inti limfosit. Lalu hipokromik artinya selnya berwarna pucat.
     Lalu Etiologinya adalah karna 1) kekurangan asupan besi dalam makanan, dan 2) kehilangan darah  secara lambat maupun kronis.

    22.   Tanda dan gejala ADB



    *Tanda = anemia sistemik terlihat pada saat Hb <129/100 mL.
    *Gejala = 1) telapak tangan pucat, 2) conjungtiva pucat, 3) koilonychia

    3.     Faktor yang mempengaruhi ADB

    1)      Kebutuhan besi meningkat
    2)      Infeksi
    3)      Gaya hidup
    4)      Tingkat ekonomi
    5)      Kehamilan
    6)      Masa pertumbuhan

  • Lembar 2:
    Siklus menstruasi pasien tidak teratur, kadang sebulan 2x, darah menstruasi yang keluar juga banyak. Porsi makan pasien tidak terlalu banyak, pasien tidak memperhatikan jenis makanan yang di makan. Sejak 1 tahun yang lalu mengurangi asupan makanan karena takut gemuk. Riwayat penyakit kronis disangkal pasien.pada pemeriksaan fisik konjungtiva palpebra anemis (+), bibir pucat, papil lidah atrofi (+), hepar dan lien tidak teraba, spoon nail (+).
    Hasil pemeriksaan lab:
    1.       MCV = 70 fL
    2.       MCH = 25 pg

    -          Terminologi
    MCV = rata2 eritrosit
    MCH = Rata2 Hb

    -          Identifikasi Masalah
    Hasil pemeriksaan lab

    -          Hipotesa
    Anemia defisiensi Besi


    -          Analisis Masalah
    Etiologi = 1. Diet tidak mencukupi
    Pendarahan Menstruasi

    -          Learning Issue:
    1.       Definisi dan Etiologi dari anemia defisiensi besi
    2.       Tanda dan gejala anemia defisiensi besi
    3.       Faktor yang mempengaruhi ADB
    4.   Fisiologi pada pembentukan eritrisut, hb beserta hemolisisnya
    5.   Cara mendiagnosa ADB
    6.   Jenis - Jenis Anemia
    7.   Patofisiologi Anemia
    8.   Penatalaksanaan 

    Pembahasan LI di postingan berikutnya yaaaa

  • Pertemuan Pertama SGD (Lembar 1)


    Disini aku bakal membagikan hasil SGD 3 fakultas Kedokteran UMSU 2014A pada blok 6
    Berikut adalah skenario nya:

    Lembar 1:
    Seorang perempuan usia 20 tahun, datang ke praktiki dokter dengan keluhan lemas, mudah lelah, pucat dan bersemangat. Hal ini sudah dialami sejak 2 bulan yang lalu.

Comments